BAB
1
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Ingatan atau sering disebut
memory adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan
informasi. Ingatan akan dipelajari lebih mendalam di psikologi dan ilmu saraf.
Ingatan juga dipandang sebagai suatu hubungan antara pengalaman dengan masa
lampau. Apa yang telah diingat adalah hal yang pernah dialami, pernah
dipersepsinya, dan hal tersebut pernah dimasukan kedalam jiwanyadan disimpan
kemudian pada suatu waktu kejadian itu ditimbulkan kembali dalam kesadaran.
Mengenai soal berfikir ini
terdapat beberapa pendapat ,diantaranya ada yang menganggap sebagai suatu
proses asosiasi saja ;pandangan semacam ini dikemukakan oleh kaum
asosiasionist.sedangkan fungsionalist memandang berfikir sebagai suatu proses
penguatan hubungan antara stimulus dan respon .diantaranya ada yang
mengemukakan bahwa berfikir merupakan suatu kegiatan psikis untuk mencari
hubungan antara dua objek atau lebih.secara sederhana, berfikir adalah
memproses informasi secara mental atau secara kognitif.
1.2 Tujuan
Setelah mempelajari mengenai
ingatan dan berfikir ini, kita semua diharapkan dapat memahami cara dan pola
berfikir masing-masing individu yang memiliki perbedaan. Serta keduanya
memiliki keterkaitan dan tak bisa dipisahkan(saling berhubungan). Serta tau apa
itu ingatan ? apa yang dimaksud dengan berfikir ? serta dapat membedakan
keduannya.
1.3
Indikator
A. Apa yang di maksud dengan pengertian Ingatan.
B. Apa yang di maksud dengan pengertian Berfikir.
C. Macam-macam ingatan,proses pembentukan ingatan
dan fungsi ingatan.
D. Jenis, tipe, pola, dan proses berfikir.
BAB II
Pembahasan 1
2.I
Pengertian Ingatan
Secara
teori dapat kita bedakan adanya tiga aspek
dalam berfungsinya ingatan yaitu :
a. Mencamkan, yaitu menerima
kesan-kesan
b. Menyimpan kesan-kesan
c. Mereproduksi kesan-kesan
Jadi definisi ingatan adalah
kecakapan untuk menerima, menyimpan, dan mereproduksi kesan-kesan.
ü Sifat-sifat
ingatan :
a. Ingatan cepat, mudah dalam mencamkan
sesuatu hal tanpa menjumpai kesukaran
b. Ingatan setia, apa yang telah diterima akan
disimpan sebaik-baiknya, tak berubah, tetap cocok dengan waktu menerimanya.
c. Ingatan teguh, dapat menyimpan kesan
dalam waktu yang lama, tidak mudah lupa.
d. Ingatan luas, dapat menyimpan banyak
kesan-kesan.
e. Ingatan siap, mudah dapat
memproduuksi kesan yang telah disimpannya.
2.2
Mencamkan
ü Dibedakan
menjadi dua yaitu :
a. Sekehendak,
artinya mencamkan dengan disengaja dan dikehehndaki, dengan sadar sungguh-sungguh mencamkan sesuatu. Aktifitas
ini biasanya disebut menghafal.
b. Tidak
sekehendak, artinya tidak dikehendaki, tidak disengaja, memperoleh sesuatu
pengetahuan.
ü Hal-hal yang
membantu dalam pencaman :
a. Menyuarakan pencaman. Pencaman bahan
akan lebih berhasil apabiala berhasil apabila individu tidak saja membaca bahan
pelajaran, tetapi juga menyuarakan dan mengulang-ulangnya.
b. Pembagian waktu belajar yang tepat
menambah pencaman, dari pada belajar secara borongan yang sangat tidak baik.
c. Penggunaan metode belajar yang tepat
dapat mempertinggi pencaman. Ada 3 cara metode belajar yaitu :
ü Metode
keseluruhan atau metode G (Ganzlern-methode),
yaitu metode menghafal adi awal ssampai akhir dan mengulangnya secara
berkali-kali.
ü Metode
bagian atau metode T (Teillernmethode),
yaitu metode menghafal sebagian demi sebagian. Masing-masing bagian dihafal
secara bertahap.
ü Metode
campuran atau metode V (Vermittelendelern-methode),
yaitu metode menghafal bagian-bagian yang sukar terlebih dahulu, selanjutnya
dipelajari dengan metode keseluruhan.
2.3
Menginggat dan Lupa
Meningat dan lupa biasanya juga
ditunjukkan dengan satu pengertian saja yaitu retesi, karena kedua hal tersebut
hanyalah memandang hal yang satu dan sama dari segi yang berlainan. Hal yang
diingat adalah hal yang tidak dilupakan, dan hal yang dilupakan adalah hal yang
tidak di ingat.
Interfensi adalah menjadi lebih sukarnya belajar yang
disebabkan oleh hambatan bahan yang telah dipelajari lebih dulu (interfensi
asosiatif).
2.4
Reproduksi
Reproduksi adalah pengaktifan
kembali hal yang telah dicamkan. Ada dua bentuk yaitu :
a. Meningat
kembali (recall)
b. Mengenal kembali (recognition)
ü Adapun beda
antara recall dan recognition ialah :
a. Pada mengingat
kembali tak ada objek yang dapat dipakai sebagai tumpuan dalam melakukan
reproduksi itu, misal kehilangan sepeda lalu ditanya cirinya. bagaimana ciri
sepeda yang hilang itu ? Disini tanpa pertolongan berusaha untuk mengingat
kembali.
b. Pada mengenal
kembali ada suatu yang dapat dipakai sebagai tumpuan dalam melakukan reproduksi
itu sebagai objek untuk mencocokkan.
2.5
Asosiasi
Adalah hubungan antara tanggapan
yang satu dengan tanggapan yang lainnya dalam jiwa.
* Hukum asosiasi :
a. Sama saat atau serentak, beberapa
tanggapan yang dialami dalam waktu bersamaan cenderung berasosiasi antara satu
dengan yang lain. Misal bentuk dengan bendanya, baunya.
b. Berurutan, beberapa tanggapan yang
dialami berturut-turut, cenderung berasosiasi satu dengan yang lain. Misal kita
dengar orang mengucap ABCD, timbul dalam kesadaran kita EFGH dan selanjutnya.
c. Kesamaan dan kesesuaian, bebrapa
tanggapan yang bersesuaian cenderung berasosiasi satu denagn yang lainnya.
Misal, kalau kita melihat potret seseorang, lalu teringata akan orangnya.
d. Berlawanan, tanggapan yang saling
berlawanan akan berasosiasi satu dengan
yang lainnya. Misal, kalau kita saksikan mobil mewah yang berluncuran
dijalan, maka kita teringat akan para peminta-minta yang berada di emper toko.
e. Sebab akibat, tanggapan yang mempunyai
hubungan sebab akibat. Misal, waktu hujan lebat sekali kita teringat akan
banjir.
2.6 Beberapa Catatan Praktis
Penyelidikan psikologis tentang ingatan telah cukup banyak
dilakukan oleh para ahli, dan hasilnya banyak yang langsung bersangkut-paut
dengan soal belajar. Hasil-hasil yang telah dikemukakan dipergunakan
sebaik-baiknya supaya dapat dimanfaatkan secara maksimal.
v Pada
waktu menghafal hendaklah diatur, sehingga dapat mencapai hasil maksimal.
v Mereproduksi
dapat diperlancar dengan memperkaya atau menyempurnakan bahasa.
v Menginggat
dapat diaturlah diatur waktu-waktu untuk belajar sebaik mungkin, sehingga
hal-hal yang dipelajari dapat tertanam sebaik-baiknya.
v Setiap
individu memiliki kemampuan menginggat yang berbeda-beda, tetapi setiap
individu dapat meningkatkan kemampuan menginggatnya dengan pengaturan kondisi
yang lebih baik dan menggunakan metode yang tepat.
Pembahasan
2
2.7 Pengertian Berfikir
Berfikir adalah kelangsungan
tanggapan dimana subjek yang berfikir pasif.
Menurut plato berfikir adalah berbicara dalam hati. (berfikir adalah
aktivitas adeasional). pada pendapat ini dikemukakan dua kenyataan :
a. Berfikir adalah aktivitas, jadi subjek yang
berfikir aktif.
b. Bahwa aktifitas itu sifatnya ideasional,
jadi bukan sensoris dan bukan motoris, walaupun disertai oleh kedua hal itu,
berfikir itu menggunakan abstraksi atau “ideas”. Berfikir adalah meletakkan
hubungan antara bagian-bagian pengetahuan kita (Bigot. dkk., 1950).
Berfikir adalah proses yang dinamis yang dapat
dilukiskan menurut proses atau jalan.
2.8
Proses Berpikir
Proses atau
jalannya berpikir itu dibagi menjadi 3 yaitu :
A. Pembentukan
pengertian
Pengertian logis dibentuk melalui empat tingkat yaitu
:
v Menganalisis
ciri-ciri dari sejumlah objek yang sejenis. Objek tersebut kita perhatikan satu
demi satu. Misal membentuk pengertian manusia, kita menganalisis berdasarkan
cirri-cirinya.
v Membandingkan
ciri tersebut untuk menemukan ciri yang sama, dan yang tidak sama.
v Mengabstrasikan,
yaitu menyisihkan, membuang, ciri yang tidak hakiki, menangkap ciri yang
hakiki.
B. Pembentukan pendapat
Adalah meletakkan hubungan antara
dua buah pengertian atau lebih. Subjek adalah pengertian yang diterangkan,
sedangkan predikat adalah pengertian yang menerangkan. Misal rumah itu baru,
rumah (subjek), baru (predikat). Pendapat dibedakan menjadi tiga :
v Pendapat
afirmatif/positif , yaitu pendapat yang mengayakan, yang secara tegas
menyatakan sesuatu. Misal si totok pandai.
v Pendapat negative,
yaitu pendapat yang menidakkan, secara tegas menerangkan tidak adanya sesuatu
sifat pada suatu hal. Misal si totok tidak bodoh.
v Pendapat
modalitas/kebarangkalian, yaitu pendapat yang menerangkan kebarangkalian,
kemungkinan sifat pada suatu hal. Misal hari ini mungkin hujan.
C. Penarikan
kesimpulan atau pembuatan keputusan
Keputusan adalah hasil perbuatan
akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah
ada. Ada tiga macam keputusan yaitu :
v Keputusan
indukatif, yaitu keputusan yang diambil dari pendapat-pendapt khusus menuju ke
satu pendapat umum.
v Keputusan
dedukatif, yaitu keputusan yang ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus.
v Keputusan
analogis, yaitu keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau
menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada.
2.10 Beberapa Catatan Praktis
·
Jauh dari sikap ingin
mengagung-ngagungkan akal kiranya dapat diterima bahwa pikiran mempunyai
kedudukan yang boleh dikata menentukan.
Karena itu kewajiban kita para pendidik mengembangkan aspek-aspek lain daripada
anak-anak didik kita untuk memberikan bimbingan sebaik-baiknya bagi
perkembangan pola pikir.
·
Bahasa dan pikir adalah demikin erat
hubungannya, oleh karena itu perkembanggan bahasa yang baik adalah keharusan
yang harus dipenuhi untuk perkembangan pikiran baik.
·
Pengetahuan siap merupakan bakal yang
sangat berguna supaya orang dapat berpikir dengan tepat dan cepat.
BAB
III
Penutup
3.1
Kesimpulan
Ingatan
adalah kecakapan untuk menerima, menyimpan, dan mereproduksi kesan-kesan. Ada Macam-macam ingatan, proses
pembentukan ingatan dan fungsi ingatan yang dimiliki oleh setiap
individu memiliki kemampuan menginggat yang berbeda-beda, tetapi setiap
individu dapat meningkatkan kemampuan menginggatnya dengan pengaturan kondisi
yang lebih baik dan menggunakan metode yang tepat. Berpikir
adalah aktivitas abstrak, dengan arah yang ditentukan oleh persoalan yang harus
dipecahkan. Ada Jenis,
tipe, dan pola berfikir, dan proses berfikir yang dimiliki berbagai individu
atau pada masing-masing individu, Jauh dari sikap ingin
mengagung-ngagungkan akal kiranya dapat diterima bahwa pikiran mempunyai
kedudukan yang boleh dikata menentukan.
Karena itu kewajiban kita para pendidik mengembangkan aspek-aspek lain daripada
anak-anak didik kita untuk memberikan bimbingan sebaik-baiknya bagi
perkembangan pola pikir pada setiap individu.
Daftar
Pustaka
Suryabrata,
Sumadi.2014. Psikologi Pendidikan. Jakarta:Rajawali
Wikipedia.Psikologi Pendidikan. http://id.wikipedia.org/wiki/psikologi_pendidikan.Hari
kamis tanggal 5 September 2014 jam 01:30